Jenis
Perencanaan Instalasi Pipa
Secara
umum perencanaan instalasi pipa bila ditinjau dari segi lokasi perencanaan maka
akan kita dapatkan dua jenis perencanaan, yaitu :
1. Perencanaan Instalasi Pipa di Luar Gedung
2. Perencanaan Instalasi Pipa di Dalam Gedung
Kedua jenis perencanaan
tersebut memiliki banyak perbedaan yang cukup jelas diantaranya sebagai berikut
:
Perencanaan
Instalasi Pipa di Luar Gedung
Perencanaan
instalasi pipa di luar gedung ini berbeda bila kita bandingkan dengan
perencanaan instalasi pipa di dalam gedung karena adakalanya fluida yang
dialirkan tidak hanya berupa air dan gas tetapi dapat pula berupa minyak atau
cairan – cairan kimia.
Sistem perencanaan instalasi
pipa ini dapat dibagi menjadi :
● Perencanaan instalasi pipa
dibidang Perminyakan dan Gas
● Perencanaan instalasi pipa
dinas PDAM
● Perencanaan instalasi pipa
dibidang industri kimia
Perencanaan
Instalasi Pipa di Dalam Gedung
Sistem
instalasi pipa ini lebih sering kita kenal karena lebih sering terlihat pada
kehidupan sehari – hari.
Sistem perencanaan instalasi
ini dapat dibagi menjadi :
● Perencanaan instalasi pipa
Plumbing System
● Perencanaan instalasi pipa
Fire Protection System
● Perencanaan instalasi pipa
Air Condition System
Sistem
Pendistribusian Air di Dalam Gedung
Sistem Pendistribusian Air Bersih
Untuk instalasi pipa Plumbing System terdapat dua jenis cara
pendistribusian air bersih, yaitu :
a. Sistem tidak langsung
Dapat
dilihat secara skematis pada gambar di bawah ini :

Gambar 8. 2. 1. Sistem tidak
langsung pada distribusi air bersih
b. Sistem langsung
Dapat dilihat secara skematis pada
gambar di bawah ini.

Gambar
8. 2. 2 Sistem langsung pada distribusi air bersih
Perbedaan
antara kedua sistem ini adalah pada pemakaian roof tank, pada sistem tidak langsung digunakan, sedangkan pada
sistem tidak langsung tidak digunakan roof
tank.
Instalasi
Pipa untuk Plumbing System
Pada
instalasi ini sistem dibagi lagi menjadi tiga sub – sistem, yaitu :
1. Instalasi pipa untuk distribusi air
bersih
Pada instalasi pipa air
bersih ( dibidang Plumbing ) ini kita
mengenal yang dinamakan Plumbing Fixtures
dimana semua alat ini mendapat suplai berupa air bersih dari tangki. Di bawah
ini terdapat table yang menerangkan jenis – jenis Plumbing Fixtures beserta standar peletakannya.
Tabel 8. 2. 1 Plumbing
Fixtures dan standar peletakannya
|
Plumbing Fixtures
|
Standar peletakan
( dihitung dari lantai )
|
|
Water Closet
Urinal
Shower
Lavatori Basin
Kitchen Sink
Bath Cup
Keran
|
0.3 – 0.4 m
0.6 – 1 m
1.6 – 1.8 m
1.2 – 1.4 m
1.2 – 1.4 m
0.4 – 0.5 m
0.4 – 0.5 m
|
Ref : Deputi Urusan
Tata Bangunan dan Lingkungan Departement Permukiman dan Prasarana Wilayah.
Semua standar peletakan untuk Plumbing Fixtures tersebut tidak mutlak
tetapi peletakan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengguna gedung.
2. Instalasi
pipa untuk air buangan
Instalasi
ini hanya mengalir air yang telah dipakai dari dapur, air dari wastafel ( Lavatory Basin ), air buangan dari keran serta air buangan dari
talang yang kesemuanya itu selanjutnya dialirkan kesaluran lingkungan gedung.
3. Instalasi
pipa untuk air kotor
Pada
instalasi ini yang tergolong air kotor adalah kotoran, baik yang cair maupun
padat yang dibuang melalui urinal
atau water closet yang semua itu
umumnya langsung disalurkan ke septic
tank atau ( Sewege Treatment Plant ).
Instalasi
Pipa untuk Fire Protection System
Pada instalsi ini sistem dapat
dibagi menjadi beberapa sub – sistem, yaitu :
● Sprinkler
System
Sistem ini merupakan suatu sistem pencegahan pertama yang
sangat baik yang mana pada pemakaiannya dilengkapi dengan Heat Detector.
Di
bawah ini terdapat beberapa jenis sprinkler
head dan drencher yang umum digunakan :

Gambar
8. 2. 3 Sprinkler Head Tipe Quatzoid Bulb
Gambar
8. 2. 3 Tipe ini berupa tabung yang terbuat dari kaca special ( special glass ) yang mana digunakan
menahan air pada tempatnya. Tabung tersebut berisi cairan kimia berwarna yang
mana bila dipanaskan ( terkena panas ) sampai suhu tertentu maka cairan kimia
akan mengembang dan gelas akan tertekan sampai suatu batas tertentu yang
akhirnya gelas tersebut akan pecah sehingga katup terbuka dan air akan mengalir
menuju deflector kemudian air akan menyembur
keluar untuk memadamkan api.

Gambar 8. 2. 4 Sprinkler Head Tipe Side Wall
Gambar
8. 2. 4 Jenis ini dirancang untuk digunakan pada sisi samping ruangan atau
koridor, sehingga air akan terpancar pada bagian tengah dari ruangan atau
koridor. Jenis ini juga banyak digunakan pada terowongan – terowongan.

a. Window Drancher

b. Roof Drancher
Gambar 8. 2. 5 (a) (b) Tipe – tipe Drancher
Gambar 8. 2. 5 (a)
Tipe ini digunakan untuk memancarkan air tipe ini biasa dipakai di atas jendela
untuk mencegah meluasnya api ke luar dari gedung.
Gambar 8. 2. 5 (b)
Tipe ini tidak jauh dengan tipe pada gambar Gambar
2. 2. 5 (a), tetapi pada pemasangannya tipe ini pada atap ( rof ) untuk mencegah meluasnya api.
Tabel : Warna Cairan dan Temperatur Sprinkler
|
Rata – rata Temperatur
|
Warna dari cairan bola
|
|
57
68
79
93
141
182
204 – 260
|
Jingga
Merah
Kuning
Hijau
Biru
Ungu ( Mauve )
Hitam
|
Ref : “ Panduan Pemasangan Sistem Sprinkler untuk
Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung “, 1987,
Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.
Untuk penempatan sprinkler head, terdapat 2 jenis sistem
pengaturan penempatan, yaitu :

(
a) Metode ½ S dan ½ D

(b) Metode 1/4 S dan 1/2
D
Gambar 8. 2. 6 (a) (b) Jenis –
jenis Pengaturan Penempatan
S = Jarak antara 2 kepala sprinkler dan jarak kepala sprinkler
ke dinding
D = Jarak antara 2 jalur pipa dan jalur pipa kedinding
Dari hasil perkalian antara S dengan D kita dapat
menentukan klasifikasi kebakaran sebagai berikut :
● Untuk
kebakaran ringan : S x D ≤ 21 m2
● Untuk
kebakaran sedang : S x D = ( 9 ~ 21 ) m2
● Untuk
kebakaran ringan : S x D ≤ 9 m2
Disamping dua jenis penempatan tersebut, terdapat pula
beberapa metode distribusi untuk sprinkler
bila melihat posisi dari pipa distribusi.

(a) End Side With Centre Feed Pipe

(b) End Side With Feed
Pipe

(c) End Centre With
Centre Feed Pipe

(d) End Centre With
End Feed Pipe
Gambar 8. 2. 7 (a) (b) (c)
(d) Metode Distribusi Untuk Sprinkler
● Hallon Sprinkler
Sistem
ini pada peletakannya dan instalasinya tidak begitu berbeda jauh dengan sprinkler system, hanya saja pada sistem
ini fluida yang digunakan berupa gas atau serbuk. Sistem ini biasa digunakan
pada ruang perpustakaan, ruang komputer atau ruang kontrol listrik yang mana
pada ruangan tersebut tidak memungkinkan menggunakan air.
● Hydrant
System
Pada
sistem ini dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian :
a). Hydrant
Box
Hydrant Box ini
dapat dibagi menjadi dua yaitu berupa Indoor
Hydrant ( terletak di
dalam gedung ) atau Outdoor Hydrant (
terletak di luar gedung ). Pemasangan Hydrant
Box ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan luas ukuran ruangan serta
luas gedung. Tetapi untuk ukuran minimalnya diharuskan pada tiap lantai
terdapat minimal satu buah dan begitu pula untuk yang di luar gedung. Untuk
pemasangan Hydrant Box di dalam
ruangan pada bagian atasnya ( menempel
pada dinding ) harus disertai pemasangan alarm bel. Pada Hydrant Box terdapat gulungan selang atau lebih dikenal dengan
istilah Hose Reel.

Gambar Indoor Hydrant Box

Gambar Outdoor Hydrant Box
0 comments:
Post a Comment