Retubing chiller adalah proses pemeliharaan penting yang melibatkan penggantian tabung yang aus pada chiller untuk mengembalikan efisiensi dan kinerjanya.
Apa itu Retubing Chiller?
Retubing chiller adalah proses penggantian tabung penukar panas pada chiller dan kondensor yang telah rusak atau aus akibat faktor-faktor seperti korosi, kontaminasi, atau penuaan. Layanan ini penting untuk menjaga efisiensi dan keandalan sistem pendingin dalam berbagai aplikasi, termasuk gedung komersial dan fasilitas industri.
Mengapa Perlu Melakukan Penggantian Tabung?
Pemulihan Efisiensi : Seiring waktu, tabung dapat mengalami penumpukan kerak atau korosi, yang menyebabkan penurunan efisiensi transfer panas. Penggantian tabung membantu mengembalikan kinerja pendingin ke tingkat optimal.
Efektivitas Biaya :
Penggantian tabung seringkali lebih ekonomis dibandingkan mengganti seluruh
unit pendingin. Hal ini dapat memperpanjang umur peralatan dan meningkatkan
efisiensi energi, yang pada gilirannya mengurangi biaya operasional.
Pemeliharaan Preventif : Penggantian tabung secara rutin dapat mencegah kerusakan mendadak dan waktu henti yang mahal, memastikan sistem pendingin beroperasi dengan lancar.
Sebelum dilakukan Retubing Chiller, perlu dilakukan Eddy Current Test, yaitu Teknik ini membantu mengidentifikasi tabung mana yang perlu diganti, memungkinkan retubing yang lebih tepat sasaran yang dapat menghemat biaya dengan hanya mengganti tabung yang rusak.
Pada Proses Eddy Current Test akan terindentifikasi Tabung (Tube) mana saya yang diperlukan untuk dilakukan penggantian, biasanya indikasi pada tabung adalah kotor (Flek), menipis atau sudah mengalami padat kotoran yang cukup tebal.
Peningkatan Efisiensi : Selama proses retubing, teknisi mungkin meningkatkan ke tabung yang lebih tipis dengan lebih banyak sirip per inci (FPI) untuk meningkatkan kinerja keseluruhan system.
Bagaimana Proses Kerja Retubing Chiller?
- Lakukan Lock Out Tag Out pada aliran listrik chiller & Lock Out Tag Out, matikan katup water chiller - condenser.
- Recovery Refrigerant Chiller & Vakum Chiller setelah recovery.
- Tekan Nitrogen (N2) hingga 0 psig setelah Recovery Refrigerant.
- Buang air kondensor & air chiller.
- Bongkar tutup kondensor, saringan, pipa air kondensor.
- Buang air dari dalam tabung kondensor.
- Petakan tabung kondensor sesuai referensi ECT / tabung yang rusak.
- Potong tabung, lepas tabung yang rusak, bersihkan plate tabung, pasang tabung baru.
- Expand tabung - Rapikan ujung tabung yang dipotong.
- Tekan dengan W/N2 - Nitrogen 20 psig.
- Tes kebocoran area tabung baru & plate tabung.
- Buang N2 hingga 8 psig - tahan tekanan selama 24 jam.
- Vakum selama 24 jam atau sampai mencapai 500 mikron atau kurang, tahan vakum.
- Buka katup evaporator - air chiller.
- Re-Charging refrigeran sesuai total muatan pada nameplate unit.
- Pasang penutup kondensor, saringan, dan saluran pipa air kondensor.
- Lakukan buka katup air kondensor.
- Menyalakan daya listrik (ON), memulai persiapan pemanas minyak pada chiller.
- Testing commissioning & start up chiller, monitoring dan logsheet data operasional chiller.
Kesimpulan :
Retubing chiller sangatlah penting jika hasil dari eddy current test menunjukkan adanya kerusakan pada tubing untuk menjaga efisiensi dan umur panjang sistem pendingin. Dengan menangani keausan tabung dan mengoptimalkan kinerja, bisnis dapat memastikan operasi yang andal dan mengurangi biaya yang terkait dengan konsumsi energi dan kegagalan peralatan.
--- sekian ---



0 comments:
Post a Comment