headline news

info : Pemerintah Menaikkan Harga BBM per 18 November 2014"

table of contents


Engineering Building http://www.facebook.com/groups/119799678179729/

Pengelolanaan Sewage Treatment Plant (STP)

Memanfaatkan limbah menjadi sesuatu yang berguna, adalah tindakan yang sangat bijaksana. Reuse atau menggunakan kembali hasil olahan limbah, ternyata dapat dilakukan tidak hanya untuk limbah kering saja, tetapi juga limbah cair.
Di beberapa gedung, air hasil pegelolaan dapat digunakan untuk menyiram tanaman, fasilitas pencucian mobil, adalah hasil air limbah yang telah diolah.
Merujuk Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 122 tahun 2005, tentang tata cara membuang air limbah ke saluran kota, maka pengelola gedung melakukan treatment, untuk mengolah air limbah yang ada. Tidak saja mengatasi persoalan limbah cair, menggunakan hasil olahan limbah, juga dapat menghemat pemakaian air yang semakin mahal.
Merujuk Peraturan Gubernur DKI Jakarta No 122 tahun 2005, tentang tata cara membuang air limbah ke saluran kota, maka pengelola gedung melakukan treatment, untuk mengolah air limbah melalui proses recycling. “Proses recycling air limbah domestik atau Sewage Treatment Plant (STP) dapat dilakukan dengan berbagai cara antara lain  'Rotor disk atau Konventional/Extended aeration.
Rotor disk adalah sistem di mana pemberian oksigen bagi bakteri dengan cara membiakan bakteri yang menempel pada disk sehingga bakteri akan kontak dengan oksigen, sedang pada saat bakteri ada di dalam cairan mereka akan makan kotoran yang ada pada cairan tersebut.
Sementara Konventional/Extended aeration, suatu sistem di mana pemberian oksigen dilakukan dengan cara menyemburkan oksigen ke dalam cairan dengan mengunakan blower. Pada sistem ini diperlukan area yang luas.
Lebih jelasnya Teguh menjabarkan, me-ngenai tahap-tahap pengolahan air limbah melalui STP.

Tahap Pengolahan
  1. Pre  treatment. Pada tahap ini dilakukan pemisahan padatan berukuran besar ataupun grease,  agar tidak terbawa pada unit pengolahan selanjutnya, agar tercipta performa pengolahan yang optimal. Air dialirkan lewat inlet chamber di mana ada screen yang dapat menyaring benda padat. Selanjutnya air masuk ke grease trap yang berguna untuk memisahkan lemak yang dapat mengganggu proses biologi. Kemudian air akan menuju ke primary clarifier.
  2. Primary clarifier. Pada proses ini terjadi pemisahan partikel yang mengendap secara grafitasi (suspended solid) sehingga mengurangi beban pengolahan pada unit selanjutnya. Pada proses ini berguna untuk membuat aliran jadi lebih tenang dan aliran dapat stabil.
  3. Rotating Biological Contactor (RBC). Proses  pengolahan  yang di lakukan adalah  untuk menurunkan BOD (bio-chemical oxygen demand) dan COD (chemical oxygen demand) yang ada pada air limbah, sehingga dapat memenuhi kualitas air yang layak untuk kita buang ke saluran kota, Pengolahan polutan dilakukan oleh mikroorganisma yang melekat pada permukaan disk yang berputar.  Perputaran ini dilakukan guna memenuhi kebutuhan oksigen untuk kehidupan mikroorganisma dan mencegah terjadinya kondisi anaerob yang dapat menimbulkan bau. Pada saat disk berputar terjadi kontak biomass yang dengan oksigen pada saat disk menyembul di permukaan dan terjadi kontak pada material organik yang ada pada air limbah untuk menjadi makanan  pada saat disk terendam. Jadi bila disk terlihat kotor jangan dibersihkan karena sebenarnya itu adalah bakteri.
  4. Final Clarifier. Unit ini berfungsi sebagai clarifier akhir untuk mengendapkan partikel-partikel  yang masih belum terendapkan, serta   biomass yang telah mati.
  5. Disinfeksi. Pada proses ini dilakukan penginjeksian chlorine yang bertujuan membunuh bakteri-bakteri patogen yang ada.
  6. Effluent Tank. Air yang telah kita olah akan dialirkan menuju effluent tank untuk selanjutnya dibuang pada saluran kota. Sebagian air ini dapat kita proses lagi untuk keperluan recycling yang dapat kita gunakan untuk menyiram taman dan air cuci kendaraan.
  7. Sand  Filter. Air dari effluent tank kita alirkan ke sand filter menggunakan pompa, pada proses ini air akan di saring oleh pasir silika yang berfungsi menyaring padatan yang masih terbawa pada sistem, dan juga untuk menurunkan kekeruhan yang ada.  Pada proses ini yang harus di perhatikan adalah perbedaan tekanan aliran masuk dan keluar. Bila tekanan lebih dari  tekanan yang ditentukan, maka perlu kita lakukan proses back washing. Yang berfungsi untuk mencuci kembali sand filter yang ada.
Setelah melewati proses di atas maka diharapkan kadar BOD dan COD dapat memenuhi standar air buang yang telah ditetapkan pemerintah, sehingga air buangan kita tidak mencemari lingkungan. Sedangkan proses pengolahan kembali akan membuat kita ikut menjaga kelestarian alam dengan melakukan penghematan air, dengan demikian akan ikut melestarikan lingkungan hidup kita.
Perawatan STP
  1. Periksa harian kondisi basket screen dan bila ada kotoran bersihkan, hal ini agar aliran air limbah dapat lancar ke proses STP.
  2. Bersihkan grease trap dari lemak. Apa-bila terlalu lama maka lemak akan mengeras. Dan bisa menyebabkan bau, jika pemakaian atau kapasitas air limbah besar maka bisa kita lakukan pengangkutan lemak secara harian.
  3. Pengangkutan lumpur kita lakukan setahun sekali atau dua kali tergantung beban limbah.
  4. Pemeriksaan dan pemeliharaan rutin pompa, pompa submersible, gearbox, penambahan pelumas pada bearing kita lakukan rutin 3 bulan sekali.
  5. Pengecekan rantai dan komponen transmisi yang ada tiap 3 bulan sekali.
  6. Backwash sand filter dan karbon filter setiap minggu atau menurut kondisi filter yang ada, hal ini dapat kita lihat dari tekanan pada pressure gauge.
  7. Pengecekan air limbah ke BPLH tiap 3 bulan sekali.

14 comments:

Anonymous said...

mantap

Donny said...

Kami produksi dan jual septic tank biotech sistem dan STP biotech sistem yang mengolah limbah domestik menjadi air yang layak buang.Kami juga produksi toilet portable,atap fiberglass,tangki panel,dan produk fiber lainnya.Info lengkap hubungi 021 46 460 900 atau klik globalfibreglass.com

Edi kusrax said...

lanjutkan..

Deni Darma Saputra said...

tolong dong pak gambar detailnya untuk instalasi stp dari awal sampai akhir, mohon dikirimkan ke e-mail saya di herlandomaikel@yahoo.co.id tks

Mochamad Aldi Darmawan said...

Mantap...

Anonymous said...

Mantup

iwan said...

Mantaffff gan, buat tambah ilmu
Txs for sharing

Fauzan Rizky said...

tolong dong pak gambar detailnya untuk instalasi stp dari awal sampai akhir, dan cara untuk penentuan kapasitas STP berdasarkan jumlah limbah yang dihasilkan agar saya bisa memperkirakan untuk kapasitas yang berbagai maca.
mohon dikirimkan ke e-mail saya di rizky_marvin@yahoo.com

terimakasih

Maulana Hakim said...

Bakteri ECOTRU , merupakan Bakteri yang menggunakan teknologi hijau (ECO Green), dan telah melewati sertifikasi Lab di Thailand sebagai salah satu bakteri pengurai limbah organik berbasis enzim yang menggunakan teknologi hijau yang aman dan ramah lingkungan.

Bakteri ECOTRU bermanfaat untuk :
- Menghilangkan bau busuk yang berasal dari limbah rumah tangga dan perusahaan
- Menurunkan angka Chemical Oxygen Demand (COD)
- Menurunkan angka Biological Oxygen Demand (BOD)
- Menghilangkan Total Suspended Solid (TSS)

ECOTRU bekerja secara alami untuk menguraikan limbah Organik, sehingga meringankan beban limbah, menghilangkan bau busuk, mengurangi volume minyak lemak pada GREASE TRAP, sehingga aman dan ramah lingkungan, tidak berbahaya bagi tubuh serta mudah di aplikasikan.

ECOTRU telah teruji melalui lab sebagai salah satu bahan pengurai limbah organik yang sangat efektif, dan telah dibuktikan oleh beberapa klien kami seperti MC Donald's, RS Mitra Keluarga Group,dll.

memiliki dua jenis ukuran yaitu :
- ECOTRU 100 gr
- ECOTRU 1000 gr / 1 Kg

Perhitungan dosis :
tiap 10 m3 cukup menggunakan 5 gr ECOTRU

bisa di aplikasikan untuk kegunaan rumah tangga, Hotel, Apartment, Restaurant, Hospital, Office Building, dll.

Kontak :
Maulana Hakim 081318310604
office : 021-45876943

Anang Kusnaedy said...

tolong dong pak gambar detailnya untuk instalasi stp dari awal sampai akhir, dan cara untuk penentuan kapasitas STP berdasarkan jumlah limbah yang dihasilkan agar saya bisa memperkirakan untuk kapasitas yang berbagai macam dan bgmn cara menentukan kebutuhan oksigen utk bakteri.
mohon dikirimkan ke e-mail saya di anangkusnaedy@yahoo.com

deny saputra said...

Bisa email kesaya detailnya.. denykato@gmail.com

Terima kasih

deny saputra said...

Bisa email kesaya detailnya.. denykato@gmail.com

Terima kasih

PT. Gowima Bangun Sejahtera said...

Thanks infonya gan, mantabbbbssss.........
Ditunggu postingan2 berikutnya.

Water Chemical Solution
Water Treatment Plant

parlinggoman_1982 said...

Saat ini limbah lemak gedung sdh termasuk B3? Apa betul? Mohon pencerahannya..

Post a Comment