headline news

info : Pemerintah Menaikkan Harga BBM per 18 November 2014"

table of contents


Engineering Building http://www.facebook.com/groups/119799678179729/

UPS ( Uninteruptible Power Supply )



Uninteruptible Power Supply merupakan system Penyedia daya listrik yang sangat penting dan diperlukan sekaligus dijadikan sebagai benteng dari kegagalan daya serta kerusakan system dan hardware. UPS akan menjadi system yang sangat penting dan sangat diperlukan pada banyak perusahaan penyedia jasa telekomunikasi, Jasa informasi, penyedia jasa internet dan banyak lagi. Dapat dibayangkan berapa besar kerugian yang timbul akibat kegagalan daya listrik jika system tersebut tidak dilindugi dengan UPS.

Fungsi Utama dari UPS adalah :

  1. Dapat memberikan energi listrik sementara ketika terjadi kegagalan daya pada listrik utama (PLN).
  2. Memberikan kesempatan waktu yang cukup kepada kita untuk segera menghidupkan Genset sebagai pengganti PLN.
  3. Memberikan kesempatan waktu yang cukup kepada kita untuk segera melakukan back up data dan mengamankan Operating System (OS) dengan melakukan shutdown sesuai prosedur ketika listrik utama (PLN) padam.
  4. Mengamankan sistem komputer dari gangguan-gangguan listrik yang dapat mengganggu sistem komputer baik berupa kerusakan software,data maupun kerusakan hardware.
  5. UPS secara otomatis dapat melakukan stabilisasi tegangan ketika terjadi perubahan tegangan pada input sehingga tegangan output yang digunakan oleh sistem komputer berupa tegangan yang stabil.
  6. UPS dapat melakukan diagnosa dan management terhadap dirinya sendiri sehingga memudahkan pengguna untuk mengantisipasi jika akan terjadi gangguan terhadap sistem.
  7. User friendly dan mudah dalam installasi.
  8. User dapat melakukan kontrol UPS melalui Jaringan LAN dengan menambahkan beberapa accessories yang diperlukan.
  9. Dapat diintegrasikan dengan jaringan Internet.
  10. Notifikasi jika terjadi kegagalan dengan melakukan setting software UPS management.

Jenis UPS berdasarkan cara kerjanya

Line Interactive UPS

Pada UPS jenis ini diberi tambahan alat AVR (automatic voltage regulator) yang berfungsi mengatur tegangan dari suplai daya ke peralatan.

  1. On-Line UPS

Pada UPS jenis ini terdapat 1 rectifier dan 1 inverter yang terpisah. Hal ini lebih mahal apabila dibandingkan dengan dua jenis UPS lainnya. Dalam keadaan gangguan, suplai daya ke rectifier akan diblok sehingga akan ada arus DC dari batere ke inverter yang kemudian diubah menjadi AC.

  1. Off-Line UPS

UPS jenis ini merupakan UPS paling murah diantara jenis UPS yang lain. Karena rectifier dan inverter berada dalam satu unit. Dalam keadaan gangguan, switch akan berpindah sehingga suplai daya dari suplai utama terblok. Akibatnya akan mengalir arus DC dari batere menuju inverter.

UPS ini akan menemukan penyimpangan jalur voltase (linevoltage) misalnya, kenaikan tajam, kerendahan, gelombang dan juga penyimpangan disebabkan oleh pemakaian dengan alat pembangkit tenaga listrik yang murah.

Karena gagal, UPS akan berpindah ke operasi on-battere atau batere hidup sebagai reaksi kepada penyimpangan untuk melindungi bebannya (load). Jika kualitas listrik kurang, UPS mungkin akan sering berubah ke operasi on-batere. Kalau beban bisa berfungsi dengan baik dalam kondisi tersebut, kapsitas dan umur batere dapat bertahan lama melalui penurunan kepekaan UPS.

UPS Bekerja Berdasar Kepekaan Tegangan

UPS ini akan menemukan penyimpangan jalur voltase (linevoltage) misalnya, kenaikan tajam, kerendahan, gelombang dan juga penyimpangan disebabkan oleh pemakaian dengan alat pembangkit tenaga listrik yang murah.

Karena gagal, UPS akan berpindah ke operasi on-battere atau batere hidup sebagai reaksi kepada penyimpangan untuk melindungi bebannya (load). Jika kualitas listrik kurang, UPS mungkin akan sering berubah ke operasi on-batere. Kalau beban bisa berfungsi dengan baik dalam kondisi tersebut, kapsitas dan umur batere dapat bertahan lama melalui penurunan kepekaan UPS.

INSTALASI UPS SECARA SERIAL DAN PARALEL REDUNDANTCY

Yang dimaksud dengan redundant ialah sistem akan selalu mendapat supply power dan proses maintenance tidak akan menggangu sistem. Konfigurasi ini banyak diterapkan pada sistem yang kritis dimana sistem tidak boleh down tanpa schedule yang tepat. System redundant terbagi dua tipe yaitu pertama yang dipasang secara Serial dan yang kedua yang dipasang secara Paralel.

Konfigurasi secara serial:




Dari gambar diatas konfigurasi serial dapat diterjemahkan dengan formula 1+1 Proses kerja dari konfigurasi ini dapat diurutkan sebagai berikut :

1. Pada saat normal beban akan disupply melalui UPS 1

2. Phasa dan tegangan UPS 2 akan disinkronkan sesuai dengan phasa dan tegangan UPS1

3. Ketika UPS 1mengalami gangguan secara otomatis beban akan mendapat supply Listrik dari UPS 2 dengan perpindahan transfer switch I proses perpindahan transfer switch ini tidak akan menggangu system karena transfer timenya 0 detik .

Konfigurasi secara Paralel:

Konfigurasi secara paralel redundant umumnya memiliki formula N+1. Dalam konfigurasi ini N
merupakan modul yang terpasang dan bekerja mensupply power ke beban, sedangkan +1 merupakan model yang akan bekerja jika salah satu modul UPS utama mengalami gangguan.




0 comments:

Post a Comment